Welcome to Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang   Click to listen highlighted text! Welcome to Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang Powered By GSpeech

TVMC Kab. Tangerang  

   

Pelayanan Informasi Publik  

   

 

 

 

El Clasico Politik Jokowi VS Prabowo; Apa pun hasilnya Rakyat Wajib Menang

Oleh:

Alwi Fuadi, S. Ip

(PPK Kecamatan. Kelapa Dua, Kabupaten. Tangerang)

Dalam dunia sepakbola. Pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid adalah saat yang paling dinantikan. Oleh sebagian besar penggila sepak bola dunia. Saat laga digelar, sihir euforia sepak bola mampu dirasakan pada setiap kota sampai sudut desa diseluruh penjuru dunia. Bahkan Ketika laga el clasico ini berlangsung ada yang menyebut bahwa tidak ada lagi kehidupan di kota Barcelona dan Kota Real Madrid. Begitulah gambaran betapa tingginya antusiasme masyarakat menyaksikan pertandingan sepakbola diantara dua klub ini.

Rivalitas yang tinggi diantara kedua tim raksasa ini untuk menjadi klub sepakbola terbaik dunia, dengan sendirinya melahirkan kompetisi pertandingan yang syarat dengan strategi dan intrik untuk mengalahkan lawan. Tentu strategi dan intrik yang dimainkan oleh masing-masing klub, harus sesuai dengan aturan main yang diberlakukan oleh federasi sepakbola dunia.

Perlu diketahui bahwa El clasico adalah suatu istilah atau nama umum yang diberikan untuk setiap pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid. Sementara secara harfiah dari sudut pandang bahasa Indonesia, el clasico memiliki makna “klasik”.

Kata “klasik” selalu melekat pada suatu hal atau fenomena masa lalu yang bermutu/bernilai tinggi. Kata “klasik” bisa disandarkan untuk suatu benda, seni, olahraga, mau pun politik. Pada tahun 2014 yang lalu, Indonesia mengalami fenomena politik nasional yang telah menjadi catatan dalam perjalanan demokrasi bangsa. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden diikuti oleh dua kandidat kuat, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Euforia kompetisi dalam bingkai demokrasi pemilihan Presiden saat itu, berhasil dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dan kemudian pasangan tersebut dilantik sebagai Presiden Indonesia periode 2014-2019. Pada fase awal pemerintahan Joko Widodo pada tahun 2014. Sisa-sisa aroma kompetitif dari pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 masih tercium hingga ke dalam gedung parlemen. Hal ini ditandai dengan terbentuknya dua poros politik yang sangat kuat yakni Koalisi Merah Putih (KMP) yang pro kepada Prabowo dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang pro kepada Jokowi.

Ditengah perjalanan waktu dan perkembangan dinamika politik yang terjadi di tanah air, rivalitas diantara keduanya akan kembali terjadi pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2019. Bahkan menurut beberapa kalangan dinamika politik yang nanti akan terjadi pada tahun 2019 bisa dipastikan hampir sama dengan dinamika politik yang telah terjadi pada tahun 2014. Yang membedakan adalah jika pada tahun 2014 Jokowi ditemani oleh Jusuf Kalla Sebagai Wakilnya, namun pada 2019 mendatang Jokowi ditemani oleh K.H. Ma’ruf Amin sebagai wakilnya. Sedangkan Prabowo yang dulu ditemani oleh Hatta Rajasa, kini ditemani oleh Sandiaga Salahudin Uno.

Diakui atau tidak mereka semua adalah putra-putra terbaik bangsa yang sudah mengalami proses politik bernegara yang begitu panjang sehingga dipercaya untuk menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden periode 2019-2024. Pertarungan yang kembali terjadi antara Jokowi dan Prabowo pada pemilihan presiden 2019 mendatang adalah pertarungan el clasico antara dua klub politik besar di Indonesia.

Sebagaimana pertandingan el clasico dalam dunia sepak bola yang penuh dengan pertunjukan skill yang begitu menghibur. Maka  kompetisi el clasico politik Indonesia dalam pilpres 2019 mendatang juga harus mampu menghadirkan suasana politik yang menghibur.

Oleh sebab itu sebagai anak bangsa kita harus tetap menjaga kondusifitas politik yang terjadi di tanah air.  Karena bagaimana pun juga sejatinya pemilihan presiden secara langsung oleh masyarakat adalah upaya untuk mewujudkan demokrasi yang dianut oleh negara Indonesia. Selain itu harus juga sama-sama dipahami bahwa dalam sistem demokrasi yang dianut oleh negara Indonesia daulat tertinggi ada pada rakyat, bukan ada pada relawan atau partai pendukung.

Dengan demikian maka esensi dari demokrasi akan dirasakan oleh rakyat.  Apabila demokrasi sudah dirasakan oleh rakyat. Maka saat itu juga Jokowi & Prabowo telah berhasil memenangkan rakyat Indonesia. Menang dalam “Class” tertinggi sebagai seorang negarawan. Yakni memenangkan rakyat dari ancaman perpecahan antar sesama anak bangsa. 

 

   

Perolehan Suara Pasangan Calon & Kolom Kosong  

   

Menuju Pemilu 2019  

2
0
9
Hari
   

BERITA KPU  

   

Berita Terbaru  

Thumbnail       El Clasico Politik Jokowi VS Prabowo; Apa pun hasilnya Rakyat Wajib Menang Oleh: Alwi Fuadi, S. Ip (PPK Kecamatan. Kelapa Dua, Kabupaten. Tangerang) Dalam dunia sepakbola. Pertandingan antara...
Thumbnail     Gading Serpong- KPU Kabupaten Tangerang mengadakan Acara Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema "Evaluasi Data Pemilih Pilkada 2018 menuju Data Pemilih Pemilu 2019 yang Berkualitas", bertempat di...
Dapil DPRD Tangerang 6
Thursday, 09 August 2018
Thumbnail Keterangan : Tangerang 6 1. Cisauk 2. Kelapa Dua 3. Legok 4. Pagedangan   Jumlah Kursi : 8 Kursi
Dapil DPRD Tangerang 5
Thursday, 09 August 2018
Thumbnail Keterangan : Tangerang 5 1. cikupa  2. curug 3. panongan    Jumlah Kursi : 8 Kursi
Thumbnail   Cikupa – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang mengadakan Rapat Evaluasi dengan Relawan Demokrasi Kabupaten Tangerang Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, Waroeng Sunda, Talaga...
   
© KPU KABUPATEN TANGERANG
Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech